Tampilkan postingan dengan label thiung-thiung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thiung-thiung. Tampilkan semua postingan

Yth. Semesta..

Dear Semesta,
Pertama ijinkan saya mengucap salam taklim, sebagai tanda perkenalan. Bila dianggap terlalu pongah, tak apalah. Karena sekian lama kita hidup berdampingan, jarang sekali bertegur sapa. Dan baru sekarang saya bertulis surat. Semesta, dulu seorang teman pernah menulis tentangmu, tentang kesediaanmu untuk mendukung keinginan seseorang, apakah itu benar? Karena mungkin saya sedang butuh dukungan saat ini. Sedikit cerita, sepertinya Tuhan sedang bercanda dengan saya. Karena banyak hal yang saya harapkan sebuah pencapaian kebaikan, akan saya mulai dalam waktu bersamaan. Sekali lagi bukan karena pongah saya merasa berkemampuan, tapi memang harus dilakukan jika ingin ringan di akhir nanti. Namun disisi lain, godaan untuk mencapai sebuah kemunduran datang juga dalam waktu yang bersamaan. Nah letak candanya adalah, sepertinya Tuhan sengaja memudahkan jalan ke arah godaan ..sungguh mudah.  Sedangkah untuk memulai langkah demi pencapaian kebaikan tadi, sulit...sungguh sulit. Oleh karena itu wahai semesta, tolonglah saya. Bantu saya merajuk kepada Tuhan. Agar niat baik saya didukung, jauhkan godaan yang menghadang. 
Demikian, saya tunggu jawabanmu semesta.

  

~ Jumat, 11 November 2011 0 komentar

10. 10. 10.

hari dimana saya bangun agak siang, karena semalam tidak bisa tidur
...hari dimana saya ditelpon teman yang berjuang sendiri di kantor, karena butuh teman lembur yang ga bisa bantu apa-apa
'...hari dimana pusing saya hilang, karena bercanda koplak-koplak'an dengan 2 rekan kerja yang sama tingkat frustasinya
...istimewa? bisa jadi..
...atau jika boleh saya bilang, tentu saja
..sama istimewanya dengan para orang tua yang putra-putrinya lahir hari ini
...pun sama istimewanya dengan para mempelai yang ijab kabul hari ini..

~ Minggu, 10 Oktober 2010 3 komentar

ngaKU lePAT...

...cukuplah kemarin melihat semangat seorang teman yang akan mudik, saat kerinduan akan kampung halaman dan sanak keluarga terpancar dari binar matanya....cukuplah tadi pagi melihat bapak tua di sudut pasar telogorejo, tangannya yang bergetar tak henti merangkai janur kuning, sambil sesekali mulutnya berucap menjajakan kelontong ketupat buatannya....cukuplah tadi sore melihat hingar bocah-bocah tetangga, berlarian dengan obor ala naruto di tangan mereka...semuanya terasa kental, suasana lebaran...tapi cukupkah malam ini?..ah, mudahnya mulut ini mohon ampun, semudah diri merasa terbebas dari dosa di akhir ramadhan...ternyata saya masih sebatas itu :(

~ Kamis, 09 September 2010 0 komentar

kapan?



Awal bulan juli ini menjadi bulan dengan undangan resepsi terbanyak. Bayangpun, lebih dari 6 undangan walimahan yang harus saya hadiri, mana waktunya bersamaan lagi. Alhasil, setelah putar otak plus putar dompet, semuanya dapat ditempuh, mesti ada yang harus nitip-nitip temen. Sampai akhirnya, semalem adalah undangan terakhir yang harus saya hadiri. Kali ini spesial, karena kedua mempelai adalah teman saya semua, teman sma dan kuliah. Rencananya saya mau hadir sendiri, perlu diketahui, saya terbiasa hadir dalam setiap undangan resepsi sendirian tanpa ditemani seseorang. Paling saat-saat kikuk yang harus dilalui adalah saat dipandang dengan tatapan aneh oleh mbak2nya penjaga buku tamu, atawa pas salaman sama mempelainya trus ditanya “sendirian?” hehe….itu doang sepertinya. Setelah itu terlewati, beres. Tetapi beberapa hari kemarin, ibuke' bilang “nom, aku melu resepsine yo, aku pengen weruh sigit”. Yah, sigit sang mempelai pria memang akrab dengan ibuk, semasa kuliah sering maen ke rumah, dan semenjak kerja di Jakarta pun, kalo pulang Jogja disempetin maen ke rumah. Saya pun hanya bisa menjawab “nggih, laksanaken”.
Sampai pada waktunya, kami pun berangkat. Busyet..pamungkas telah penuh mobil tamu umpel-umpelan, untung motor saya masih bisa nyelip-nyelip masuk. Begitu masuk, saya melihat sekeliling, selain fatma temen sma yang saya jumpai di depan tadi, belum terlihat teman-teman lawas yang laen. Mengikuti karpet merah, kami pun menyalami mempelai dan orang tua masing-masing. Kedua mempelai terlihat gagah dan anggun, aura kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya…..
Ketika duduk menikmati hidangan, baru saya sadari, kalo pandangan ibuke' menerawang ke arah singgasana pengantin. Ditatapnya dalam-dalam dari kejauhan, pandangan yang seolah penuh harap, penuh tanya. Sial…ini juga yang saya takutkan. Pasti angan-angan ibuk melayang kemana-mana. Dan saya tau pasti apa yang dipikirkannya. # kapan ya anakku bisa sampai ke tahap ini…bersanding di pelaminan…Ah seandainya saat masa itu tiba, dan ‘kau’ masih hidup…betapa……#.
Saya pun mencoba mengalihkan perhatiannya “eh buke', mbiyen mantene mas Supar yo ning kene yo?” Ups..kenapa juga yang muncul pertanyaan itu, bukannya mengalihkan perhatian, malah semakin mengingatkan memorinya akan bapak….bodoh. “iyo, mbiyen aku le resepsi karo bapakmu, saiki karo kowe” senyumnya sedikit terkembang.. hmmm
Pengennya saya akan lama di tempat itu, sambil menunggu temen-temen lawas sma yang belum datang, itung-itung reunian. Tapi melihat ibuke', saya trenyuh, tak tega membiarkannya larut dalam angan-angannya. Akhirnya kami pun pulang…dan di atas supra ijo butut, di antara hiruk pikuk malem minggu kota Jogja, benak saya bergumam…# maaf buke, sampai saat ini saya belum bisa membahagiakan ibuke', apalagi untuk masalah yang satu itu..ibuke' tau sendiri, saya belum punya kerjaan tetap, masih banyak amanah bapak yang belum saya tunaikan, dan yang paling penting belum ada seseorang yang saya sukai dan sekaligus mau saya ajak berjuang bersama…jadi ibuke yang sabar ya….#

....jalan masih panjang, dan kaki ini masih kuat melangkah..jadi ya marilah...

~ Minggu, 11 Juli 2010 5 komentar

pusara..


hiduplah sesukamu, tapi sadarilah pada saatnya nanti kamu pasti akan mati
cintailah apapun yang kamu cintai, tapi sadarilah pada saatnya pasti akan berpisah
berbuatlah sesukamu, tapi sadarilah apa yang kamu perbuat pasti dapat balasan




~ Senin, 05 Juli 2010 2 komentar

G****** M***** Jr.

dan sebenarnyalah Dia bekerja dengan caranya yang misterius...terkadang terkesan mendadak..padahal mungkin telah lama di isyaratkan. sebuah nama pena pun telah digoreskan, dan saya rasa tidaklah berlebih seandainya saya melanjutkan..



~ Jumat, 26 Maret 2010 0 komentar

my great father part#3 (end)

~no longer private~ minggu, 7 maret 2010. setelah berjuang sekian lama, bapak kembali ke haribaan-Nya. semoga Alloh mengampuni dosa- dosa beliau, menerima amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, meringankan hukumannya, memberikan bimbingan dan kekuatan pada kami dalam melanjutkan cita-cita beliau. "Bapak...baek-baek disana ya...kami semua sayang bapak..



~ Rabu, 10 Maret 2010 0 komentar

My great father part#2

~this is private~



~ Selasa, 02 Maret 2010 0 komentar

my great father part#1

~this is private~

~ Senin, 22 Februari 2010 1 komentar